Sandal Kulit Tarumpah dan Perawatannya

Sandal Kulit tarumpah menjadi salah satu alas kaki yang tren tahun 1990-an di Tasikmalaya. Tidak sedikit kalangan muda maupun tua percaya diri saat menggunakannya untuk kegiatan resmi maupun sehari-hari. Namun, seiring perkembangan zaman dan banyaknya sandal model baru, eksistensi sandal tarumpah menurun.

Banyak tempat produksi sandal khas Tasikmalaya ini gulung tikar. Jawa Barat, di antaranya Bandung, Jakarta, dan wilayah Priangan Timur Jawa Barat. Dikirim ke beberapa kota di Jawa Barat kebanyakan. Masa keemasannya itu sekitar tahun 1990-an. Itu banyak ditemukan pemakai tarumpah,” ungkap Yani. Model sandal tarumpah sendiri tidak banyak perubahan dari tahun ke tahun.

Produksi sengaja mempertahankan model tarumpah yang terlihat sangat sederhana. Alas kaki berbahan kulit sapi ini diberi sedikit ukiran bunga. Sementara itu, di bagian bawah, memakai bahan karet dengan kualitas bagus. Berbicara kualitas, sandal tarumpah justru sangat kuat Selain itu, harga yang dipatok juga memengaruhi eksistensi sandal tarumpah. Karena saat ini masyarakat cenderung lebih memilih harga murah meski kualitas sangat rendah.

Kualitas berani bersaing dengan model lain. Dalam upaya meningkatkan eksistensi sandal tarumpah dan memudahkan penjualan, mulai memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Hal ini dilakukan agar keberadaan tarumpah tidak mati.

Agar produk tetap dalam kondisi baik, maka perlu diperhatikan beberapa saran perawatan selama produk berada berada di tangan distributor, antara lain sebagai berikut

Perawatan Sandal Kulit Tarumpah

  1. Agar kulit tidak lekas berwarna usang maka jauhkan dari memajang sandal di bawah sinar matahari langsung dalam waktu yang lama;
  2. Sebaiknya produk yang tidak dipajang tetap dibiarkan terbungkus dengan plastik agar tidak terpapar debu yang berlebihan;
  3. Jangan biarkan produk terkena air secara berlebihan karena kulit akan mengeras. Jika kulit mengeras dapat dilunakkan kembali dengan semir kulit; dan
    produk yang terkena debu dapat dibersihkan dengan lap basah bersih atau kuas yang lembu

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *