Kenali Perubahan Siklus Menstruasi Menjelang Menopause

Menopause merupakan salah satu fase yang pasti terjadi pada setiap wanita. Biasanya, menopause tiba ketika Anda memasuki umur 45-57 tahun. Namun, tak ada cara pasti untuk memprediksi kapan seorang wanita akan memasuki masa menopause.

Perubahan siklus menstruasi bisa dijadikan sebagai salah satu tanda menjelang menopause. Lalu, adakah perubahan lain yang bisa dijadikan sebagai tanda datangnya menopause? Tanda dan gejala menopause sendiri sebenarnya bisa bervariasi pada tiap individu. Hal ini dikarenakan adanya pengurangan hormon estrogen pada bagian tubuh tertentu, sehingga menyebabkan adanya perubahan yang juga berbeda pada setiap fungsi tubuh.

Perubahan siklus menstruasi merupakan tanda datangnya menopause yang paling terlihat. Namun, ia juga menyebut jika hal tersebut akan berbeda-beda pada setiap wanita. “Perubahan siklus menjelang masa menopause berbeda pada setiap wanita. Ada yang menstruasinya jadi memendek, ada juga yang justru jadi memanjang. Lalu, jumlah darah menstruasi yang keluar pun bisa menjadi lebih banyak ataupun jadi lebih sedikit, tergantung perubahan hormon yang ada dalam tubuh wanita tersebut.

Bahkan dalam beberapa kasus, ada yang siklus menstruasinya jadi tidak teratur sama sekali.Meski perubahan siklus menstruasi ini sering kali membuat kebanyakan wanita jadi cemas, bahwa perubahan ini merupakan kondisi yang sangat normal terjadi jika Anda telah memasuki usia menopause.

Tanda datangnya menopause selain perubahan siklus menstruasi

  • Munculnya sensasi panas pada tubuh
    Hot flashes atau timbulnya sensasi panas pada tubuh merupakan tanda lain yang mungkin akan Anda rasakan ketika memasuki masa menopause. “Sensasi ini biasanya terasa begitu hebat, sehingga tidak heran jika Anda sering terbangun di malam hari karena merasa kepanasan. Bahkan, sensasi ini bisa disertai dengan wajah dan leher yang memerah, berkeringat, dan menggigil. Hot flashes biasanya akan berlangsung selama 30 detik sampai satu menit dalam sehari dan bisa dirasakan selama beberapa tahun setelah menopause,” ujar dr. Astrid.
  • Adanya perubahan suasana hati
    Suasana hati yang sering berubah-ubah atau biasa disebut dengan mood swing kerap kali dirasakan oleh wanita yang mengalami menopause. Oleh sebab itu, tidak heran jika wanita yang mengalami menopause akan lebih mudah tersinggung, khawatir, dan sedih. “Biasanya, wanita yang akan mengalami menopause atau bahkan sudah menopause lebih sensitif, serta mudah merasa sedih dan cemas berlebih. Akibatnya, bukan tidak mungkin wanita mengalami depresi dan stres akibat menopause,” tambahnya.
  • Insomnia
    Insomnia sering menyerang wanita menjelang menopause, entah mereka menjadi sulit tidur atau bangun terlalu cepat. Namun umumnya, gangguan tidur ini sering dipicu oleh hot flashes yang terjadi pada malam hari. Akibatnya, wanita menjelang menopause akan lebih mungkin mengalami pusing dan sakit kepala. Jika tidak segera diobati, kondisi wanita tersebut bisa menurun dari waktu ke waktu.
  • Lebih mudah mengompol
    Menjelang menopause, menurunnya fungsi katup pada kandung kemih merupakan gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Hal ini akan membuat Anda lebih sulit menahan rasa ingin buang air kecil. Bahkan, tak sedikit juga yang mengompol saat batuk atau bersin.
  • Perubahan pada kondisi vagina
    Selain lebih sulit menahan rasa ingin buang air kecil, gejala menopause lainnya yang juga bisa Anda rasakan adalah kekeringan pada vagina. Hal ini juga bisa membuat hubungan seks Anda menjadi kurang nyaman.
  • Menurunnya gairah seks
    Vagina yang mengalami kekeringan biasanya membuat seorang wanita jadi enggan berhubungan seks. Selain itu, perubahan libido pada wanita menjelang menopause juga bisa membuat gairah seksnya jadi menurun. “Anda bisa jadi kurang bersemangat untuk berhubungan seks. Tapi di sisi lain, Anda juga bisa justru merasa lebih seksi dan bebas. Sebab, setelah 1 tahun penuh tanpa haid, seorang wanita hampir dipastikan tidak akan hamil.
  • Perdarahan yang tidak normal
    Adanya perubahan kadar hormon yang disebabkan oleh penurunan fungsi ovarium membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur, sehingga siklus haid bisa jadi lebih pendek atau bahkan lebih sering. Pada kasus tertentu, perdarahan yang dialami memang bisa lebih berat, tergantung pada kondisi medis yang sebelumnya sudah diderita.

Jadi, perubahan siklus menstruasi menjelang menopause adalah hal wajar. Akan tetapi, jika perubahan siklus menstruasi Anda tampak mencurigakan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter. Sebab, selain tanda menjelang menopause, perubahan siklus menstruasi juga bisa menjadi tanda Anda mengidap penyakit tertentu.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *